Diduga Tanah Bengkok Kades Digali & Dijadikan Galian C.

Rembang – Maraknya pertambangan galian C bebas tanpa ijin, dan tergiurnya hasil yang didapat dari usaha galian C, memicu tanah bengkok Pemerintah Desa (Kades) juga digali.

Ini terjadi di  Kec. Rembang Kab. Rembang Jawa Tengah tanah yang luasnya  hektaran di gali dan diduga di jual belikan.

Selasa 3 Juli saat awak media  melintasi jalan tersebut untuk memastikan tanah hurug  yang di muat dump truk tak terpasang terpal penutup, team awak  media langsung mendatangi Kantor balai desa setempat guna mendapatkan sebuah informasi.

Sesampainya di kantor desa bertemulah salah satu perangkat desa dan melakukan perbincangan.

Dalam perbincangannya menyampaikan, bahwa tanah yang di angkut dump truk itu berasal dari tanah bengkok Kepala Desa. Dan tanah tersebut sepengetahuan saya, di jual ke daerah lain dan warga yang membutuhkan.”Ungkap Perangkat (A) dalam perbincangannya

Setelah itu, untuk lebih akurat Perangkat desa tersebut menyarankan ke team awak media untuk menemui Kades itu sendiri. Yang kebetulan Kades tersebut tidak ada di kantor desanya.” Tambahnya

Dan menurut LSM Lira Efendy dalam pantauannya, ini mengacu pada aturan, revitalisasi eks galian C di Argasunya bila dilihat dari undang undang tersebut, termasuk dalam kategori pertambangan batuan, pengelola wajib mematuhi ketentuan UU 32/2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan lingkungan Hidup dalam pelaksanaannya.

Didalam UU 4/2009, juga disebutkan pelanggaran dan sanksi pidananya, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar

Tanah bengkok menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagaimana yang kami akses dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia adalah:

1. tanah yang diterima (untuk diusahakan) sebagai pengganti gaji (bagi pamong desa dan sebagainya).

2. tanah yang diterima (untuk diusahakan) dalam kaitan dengan jabatan yang dipegang; tanah jabatan.

Menurut Pasal 1 angka 10 Permendagri 4/2007:

“Jadi, tanah bengkok merupakan salah satu Tanah Desa yang merupakan barang milik desa. Tanah kas desa adalah kekayaan desa dan menjadi milik desa.” Tandas LSM Lira mengatakan

Bersambung…….

( team )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *