Meriahnya Sedekah Bumi di Desa Sumur Cluwak, Ada Kirab Hasil Bumi

Pati – Desa Sumur kecamatan Cluwak adakan acara sedekah bumi. Acara dimulai dengan kirab keliling desa Sumur, yang diikuti ribuan warganya dengan berjalan kaki, menampilkan Gunungan hasil bumi, berbagai atraksi tari, budaya, pakaian tradisional, pakaian profesi dengan iringan dentuman musik sound system yang mengular panjang. Suasana pecah penuh kemeriahan di desa yang asri tersebut.

Desa yang terletak di belahan utara di Pati Bumi Mina Tani ini tergolong luas, secara administrasi mempunyai  wilayah  tiga RW dengan 23 RT yang menyebar di 8 dukuh, yakni dukuh Sarat, Dampit, Pubrukan, Kuripan , Belukan , Gebang, jetis, dan Krajan.

Sedekah bumi merupakan suatu upacara adat atau tradisi kebudayaan yang melambangkan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan rezeki melalui bumi berupa segala bentuk hasil bumi. Upacara ini sangat populer di tanah Jawa, terutama di kabupaten Pati.

Desa yang berjuluk Sumur Karangsondo ini secara rutin melaksanakan adat peninggalan leluhur tersebut setiap tahun di bulan Apit (bulan Jawa). Kali ini seperti tahun sebelumnya acara diramaikan oleh kirab mengelilingi desa Sumur. Serentetan rombongan utusan dari berbagai dukuh menyemarakkan acara kirab. Dari jedag-jedug suara sound system ditampilkan sangat meriah. Berbagai macam atraksi disuguhkan guna menyemarakkan acara tahunan tersebut. 

Tradisi pencik dan jaran kepang mengakhiri kirab atau arak-arakan. Tari Jaran Kepang dilanjutkan Pencik dan Nyekel Jago dilakukan di halaman kediaman Kepala desa Mulyadi. Acara tersebutlah yang diutamakan dan guna mewarnai kemeriahan ditambah beberapa hiburan lain , termasuk pentas kesenian Kethoprak yang berlangsung di halaman kantor desa.

Sound system yang dipakai arak-arakan ada yang beda dari tahun sebelumnya. Di tahun sebelumnya mendatangkan sound Horeg dari Jawa Timur, kali ini warga diharuskan memakai yang lokal saja. Hal ini dibenarkan Kades Mulyadi saat diwawancarai awak media.

“Sound system memang kami sarankan  untuk lokal saja dan Alhamdulillah warga mau mengikuti,   yang tadinya datangkan dari Surabaya kini semua dari sekitar lokalan saja, ini saja sudah menggetarkan desa,” tutur Kades yang mendapat kepercayaan hingga tiga periode ini.

“Harapan kami, selain guna uri uri budaya jawa acara ini bisa menambah kerukunan warga bersatu membangun desa, memupuk kesadaran segala bidang termasuk sadar hukum untuk masyarakat yang gemah ripah loh jinawe ,” ungkap Mulyadi.

 

(jll)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *