Tembok Eks Keraton Kartasura Dijebol Ganjar: Koreksi Buat Pemerintah

Berita18 Dilihat

BLORA, patrolinusantara.press – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyayangkan peristiwa dijebolnya tembok bekas Benteng Keraton Kartasura di Sukoharjo. Ganjar menyebut peristiwa itu sebagai koreksi untuk pemerintah tentang upaya melindungi bangunan cagar budaya.

“Itu peringatan buat kita, itu kritik keras buat pemerintah, buat saya sendiri. Bagaimana kita melindungi cagar budaya selama ini. Begitu kejadian seperti ini, semuanya geger. Ya ini koreksi buat pemerintah yang harus diperbaiki,” kata Ganjar usai memimpin Musrenbang di Kabupaten Blora, Senin (25/4/2022).

Ganjar juga menyoroti soal kepemilikan bangunan atau benda cagar budaya. Sebab ada potensi pelanggaran dalam hal ini.

“Seperti kasus ini, saya khawatir itu punya perseorangan dan dia mau jual. Ya kalau gitu memang ada hak perdatanya, tapi kan ada pelanggaran yang dilakukan. Saya rasa mesti ada kritiknya soal ini,” katanya.

Di sisi lain, kepolisian sudah mengecek peristiwa penjebolan tembok bangunan bersejarah itu. Pemprov Jateng juga sudah menurunkan tim melakukan penelusuran di lokasi.

“Sudah direspons dari kepolisian sudah dan dari dinas kita juga sudah di lokasi. Saya minta di cek siapa yang jual, siapa yang beli, itu tanahnya siapa dan lainnya. Dengan merunut itu, kita bisa tahu ini bangunan bersejarah kok bisa diperjualbelikan sehingga dilakukan tindakan yang tidak tepat. Kami sudah ada informasi semua itu,” urainya.

Ia juga menjelaskan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud juga sudah datang. Sehingga koordinasi terus dilakukan.

“Saya menunggu proses berikutnya dan saat ini lokasi sudah di police line,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, tembok bekas benteng Keraton Kartasura dijebol pemilik lahan yang merupakan seorang pengusaha bernama Burhanudin. Lahan di sisi timur tembok itu rencananya akan dibangun indekos dan ruko. 

 

(Ytn/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *