Tumpah Ruah Masyarakat dan Nelayan Tradisional di Tradisi Nyadran Sedekah Laut Desa Tunggulsari

Rembang | patrolinusantara.press – Menyambut sedekah laut desa Tunggulsari kec. Kaliori Rembang, masyarakat dan nelayan menggelar tradisi nyadran, Minggu (3/9/2023).

Ratusan orang berbondong bondong menuju Masaran Pulau Gede dengan puluhan perahu nelayan. Mereka tidak hanya berasal dari desa setempat saja, namun juga ada nelayan dan masyarakat dari desa sekitar, yakni desa Tambakagung. Karena pada dasar ada sejumlah masyarakat Tambakagung yang juga menjadi nelayan di wilayah perairan tersebut. Selain itu juga ada masyarakat dari luar desa yang antusias mengikuti gelaran syukuran berkah laut itu.

Mereka membawa makanan dan beberapa ubo rampe sesaji yang disiapkan dari rumah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa. Bersama sanak saudara, makanan disantap bersama-sama di Pulau Gede.

Dari pantauan nampak ratusan orang, tua muda anak-anak baik laki-laki maupun perempuan tumpah ruah memenuhi Pulau kecil bersejarah tersebut.

Banyak peserta nyadran yang berswafoto di lokasi, karena memang pemandangan sangat indah dan instagramable.

Mariyana (37) warga desa Meteseh yang juga ikut dalam rombongan nyadran perahu dari nelayan Tambakagung, sangat senang dan antusias sekali dengan ritual nyadran itu. Ibu 2 anak mengaku bahwa kali ini adalah kali kedua ia beserta 2 anaknya mengikuti nyadran.

“Alhamdulillah seneng banget. Saya sama anak sudah dua kali ikut nyadran perahu. Ikut perahu temen saya,” ujar Mariyana.

Untuk diketahui, Nyadran sendiri adalah ritual menuju Pulau Gede dengan menaiki perahu dengan tujuan mensyukuri limpahan rizki dari sang Khalik atas limpahan berkah mencari nafkah di laut. Di sana mereka berkumpul dan berdoa untuk kebaikan nelayan dalam mencari nafkah sehari-hari.

 

(Sum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *